Inilah Ponsel Layar Lipat Pertama di Dunia, Bukan Dari Huawei atau Samsung

Ponsel Lipat Pertama di Dunia

Samsung diperkirakan akan menjadi pabrikan pertama yang meluncurkan ponsel lipat pada tahun depan. Namun, nasib berbicara lain.

Royole Corp, produsen panel yang berbasis di Shenzen, Guangdong, Tiongkok, lebih dulu memberitahukan ponsel lipat pertama di dunia pada 31 Oktober lalu. Artinya, produk Royole mempunyai nama FlexPai melampaui Samsung dalam urusan ponsel lipat.

Royole Corp, produsen panel yang berbasis di ShenZhen, Guangdong pada 31 Oktober lalu telah memberitahukan ponsel lipat pertama di dunia yang diberi nama FlexPai.

Seperti dikutip Gizmochina, Sabtu (15/12/2018), nama Royole memang tidak familiar di industri ponsel. Namun, gebrakan terbarunya langsung menjadi bahan percakapan luas.

Royole memberitahukan purwarupa FlexiPai hanya sejumlah hari sebelum Samsung memajang versinya di Samsung Developer Conference (SDS) di San Francisco, awal November lalu. Royole juga bukan hanya menyabet predikat ponsel lipat pertama di dunia, tapi juga menggunakan prosesor anyar Snapdragon 855 keluaran Qualcomm

Snapdragon 855 yang dikenalkan oleh Qualcomm pada acara Qualcomm Tehnology Summit di Maui, Hawaii, Amerika Serikat (AS), beberapa waktu lalu, dianggap membawa penambahan sebesar 45 persen dibanding pendahulunya.

Secara keseluruhan, Snapdragon 855 menjanjikan kualitas prima dalam urusan konektivitas, performa kerja, kepintaran buatan, sokongan terhadap kamera, dan aspek hiburan. Di samping itu, cip terbaru tersebut juga telah menyokong pemakaian sistem grafis Adreno 640.

Bagaimana dengan rupa FlexPai?

FlexPai mengangkat layar elastis berjenis AMOLED dengan bentang 7,8 inci beresolusi 1920×1440 piksel. Layarnya menurut keterangan dari Newsbytesapp, Minggu (16/12), menawarkan rasio 4:3, 16:9, dan 18:9.

Dengan kemampuannya yang bisa dilipat, perlengkapan tersebut bakal berubah mendadak menjadi sabak ketika layar dimulai dan menjadi ponsel berukuran 4 inci ketika layar dilipat.

Saat dilipat pun, sisi layar yang melengkung mempunyai resolusi 390×1440 piksel dan aspek rasio 21:6. Layar yang melengkung tersebut akan mengindikasikan notifikasi berupa peringatan dan pemberitahuan semua panggilan masuk, pesan, atau surel.

Royole mengklaim layarnya nyaris tidak dapat dipecahkan dan mempunyai durabilitas paling tahan lama dan telah melalui lebih dari 200.000 uji lengkung.

Ponsel setebal 7,6 mm ini mempunyai kamera ganda 16MP (wide-angle) + 20MP (telefoto) serta didukung baterai berkapasitas 3.800 mAh ditambah fitur pengisi daya cepat Ro-Charge. Fitur ini dapat mengisi daya sampai 80 persen dalam sekali pengisian sekitar 60 menit.

Kapasitas internalnya punya tiga konfigurasi, setiap memiliki keterampilan 6GB/128GB, 8GB/256GB, serta 8GB/512GB, seperti diterangkan dalam laman Royole. FlexPai berlangsung di atas sistem operasi Android 9.0 Pie dengan antarmuka buatannya, WaterOS 1.0.

Dalam hal opsi konektivitas, ponsel ini menyokong kartu SIM ganda (Nano), Wi-Fi, Bluetooth 5.0, GPS / A-GPS, port USB Type-C guna pengisian dan output audio (tidak terdapat headphone jack). Sensor pemindai sidik jari untuk ketenteraman pun tak luput disematkan.

Saat ini, FlexPai khusus developer telah menginjak masa prapemesanan. Dalam situsnya, FlexPai dengan varian kenangan internal 128GB dibanderol 1.588 dolar AS (Rp23,1 juta) dan varian 256GB dibanderol 1.759 dolar AS (Rp25,6 juta).

Tidak diketahui berapa harga varian 512GB, namun prediksi melafalkan harganya ialah 1.884 dolar AS (Rp27,4 juta). Untuk yang ikut prapemesanan, unitnya bakal mulai diantarkan pada akhir Desember 2018.

Galaxy F

Di sisi lain, Samsung menurut keterangan dari BGR akan meluncurkan ponsel lipat Galaxy F dengan nomor model SM-F900U. Ponsel itu dikabarkan telah menjalani pengujian di AS dengan nomor build F900USQU0ARJ5 serta menggunakan layar OLED 7,29 inci dan 4,6 inci andai ditekuk, kemudian ditopang baterai 3.000 mAh.

Selain pemakaian cip Intel yang menyokong kapasitas penyimpanan 512GB, menurut keterangan dari CEO Samsung DJ Koh, pihaknya pun telah mengembangkan OS dan antarmuka yang dinamakan Samsung Experience — khusus guna ponsel layar lipat.

Hingga ketika ini rumor ponsel layar lipat dari pabrikan ponsel raksasa terus mengalir dan ditebak akan menjadi tren pada 2019.

Huawei berulang kali menegaskan akan meluncurkan ponsel 5G yang bisa dilipat pada pertengahan 2019. Sementara itu, Samsung sendiri dikabarkan bakal memamerkan perlengkapan yang bisa dilipat di Mobile World Conggres (MWC) 2019, atau pada pertengahan 2019.

Tags: