8 Pamali/Mitos Orangtua Zaman Dulu yang sering kita dengar di Waktu masih Anak-Anak

Di zaman sekarang serba teknologi, semua berita bisa millennials cari di internet. Hoax banyak bertebaran, dan privasi diumbar. Teknologi memang seperti layaknya dua mata pisau. Satu membawa kemudahan dan sekaligus membawa keburukan. Gara-gara zaman sudah serba teknologi, pernah tidak kalian berpikir ingin kembali ke masa lalu?

Di mana orangtua mu memperingatkan untuk tidak melakukan sesuatu karena sebuah mitos? Mungkin seperti 8 mitos di bawah ini. Masih adakah yang percaya dengan mitos tersebut yang pantang kamu langgar hingga saat ini?

Jangan membuang nasi, nanti nasinya nangis

Mitos membuang nasi, nanti nasinya akan menangis. Mitos ini juga sering ditujukan kepada anak-anak kecil yang susahnya minta ampun sekali di suruh makan. Alasan ini dijadikan bahan sebagai menakut-nakuti anak maka jika makan nasi tidak habis maka nasinya bisa menangis. mitos ini memberikan kita sebagai pelajaran bahwa membuang. Karena, mencari sebutir beras saja itu butuh perjuangan yang sangat luar biasa.

Jangan duduk dibantal, nanti bisulan

Mitos yang satu ini mungkin diturunkan dari Nenek-Kakek dan Ibu-Ayah. Kalau kamu tidak mau pantat mu bisulan, jangan menduduki bantal. Mungkin kita ambil sajalah pelajaran ini. Pasalnya, Memang tidak sopan kalau menduduki bantal yang seharusnya untuk kepala.

Jangan bersiul dimalam hari, mau di datangin hantu

Zaman dulu waktu tidur dimalam hari kita lebih cepat dari pada zaman sekarang, dikarenakan zaman dulu itu tidak ada hiburan sehingga jam 8-9 kita sudah tertidur. Mitos ini bermaksud agar kita tidak menggangu orang ketika tidur dengan suara siulan. Namun mitos ini di zaman dulu bahwa ada yang mengatakan kalau bersiul  bisa mendatangkan hantu. Makanya orangtua melarang kita untuk bersiul dimalam hari.

[irp]

Jangan menyapu di malam hari nanti kena sial dan sulit dapat rezeki

Zaman dulu apabila menyapu di malam hari, dipercaya dapat menghilangkan rezeki. Ini merupakan mitos yang sangat masuk akal, karena dulu tidak menggunakan listrik hanya saja menggunakan lampu tempel sehingga penerangan tidak begitu terang. mitos ini punya bermaksud apabila  ada benda jatuh yang berharga kelantai dan terbuang bersama sampah . Apabila barang berharga kamu hilang, berarti kehilangan rezeki.

Kunang-Kunang itu berasal dari kuku orang mati

Mungkin mitos ini memang jiwanya anak kecil ya, suka dengan hal yang berbau mistis.Hewan seindah kunang-kunang yang punya lampu ditubuhnya malah dianggap sebagai kuku orang yang sudah mati. Jadi apabila ada orang yang meninggal dunia dan dikuburkan, dalam jangka waktu tertentu tubuhnya akan menjadi tanah. Melainkan hanya kukunya yang akan bermutasi sebagai kunang-kunang. Apabila ada kunang-kunang di sekitar kamu, bisa jadi ada seseorang yang tidak kelihatan di sekitarmu.

Jangan duduk di depan pintu, nanti tidak dapat jodoh

Bagi seorang perempuan yang duduk di depan pintu bakal sulit mendapatkan jodoh, sedangkan untuk laki-laki akan ada makhluk halus yang lewat. Entah itu sejak kapan, tapi mitos ini selalu ditekankan pada anak-anak. Dan ternyata di balik mitos yang disampaikan orangtua itu ada nasehat penting.karena jika kamu duduk di depan pintu itu tidak sopan karena orang banyak lewat. Selain itu, kita juga bisa kena sial karena mungkin saja orang yang lewat tersandung dan menimpa badan kamu.

Jangan tidur telungkup nanti orangtua kita akan meninggal

Mitos ini merupakan alasan yang logis dikarenakan apabila tidur telungkup secara medis pernafasan kita tidak berjalan dengan baik ketika kita telungkup sehingga akan menyebabkan sesak nafas dan kita batuk-batuk atau ketindihan.

Jangan bermain di sore hari, nanti didatangi wewe gombel

wewe gombel merupakan hantu terseram nomor dua di masa-masa SDmu. Dulu katanya kalau Wewe gombel ini suka nongkrong di atap dan menculik anak-anak yang nakal. Ada yang mengatakan kalau dia munculnya siang hari, tapi kebanyakan percaya kalau dia muncul saat senja. Maksud dari itu kamu tidak boleh main lagi kalau sudah senja.

Nah, begitulah ulasan mengenai tentang 8 mitos orang zaman dulu yang sering kita dengar di waktu masih bocah yang sering kita dengar ditelinga sehingga sudah menjadi mitos dalam kehidupan kita, tentang benar atau tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing.